Gratis & Instan — Tidak Perlu Pendaftaran

Compression Ratio Calculator

The Compression Ratio Calculator determines an engine's compression ratio from swept volume (displacement) and clearance volume (combustion chamber). Optimize your engine build for power, efficiency, and fuel octane requirements.

Compression Ratio Calculator — Pratinjau Rasio Langsung
Compression Ratio
A
B
⚖️
Proportion Solver
A : B = C : D — Enter any 3 values
:
=
:
📊
Results
Visual ratio breakdown
Solved Proportion
Simplified
Percentages
Decimal
Fraction
Visual Ratio
A
B
Part A: —
Part B: —
    Ratio Simplifier
    Reduce any ratio to its simplest form
    :
    📊
    Simplified Result
    Reduced to lowest terms
    Simplified Ratio
    GCD Used
    Percentages
    Decimal Ratio
    Fraction
    Visual Ratio
    A
    B
    Part A: —
    Part B: —
      📐
      Ratio Scaler
      Multiply a ratio by a scale factor
      :
      ×
      📊
      Scaled Result
      Ratio after scaling
      Scaled Ratio
      Original
      Factor
      Percentages
      Simplified
      Visual Ratio
      A
      B

        🕐 Recent Calculations

        📭
        No calculations yet. Start computing above!

        What is Compression Ratio?

        Compression ratio is the ratio of the total cylinder volume (when the piston is at bottom dead center) to the clearance volume (when the piston is at top dead center). A 10:1 compression ratio means the air-fuel mixture is compressed to 1/10th of its original volume before ignition.

        Higher compression ratios increase thermal efficiency and power output but require higher octane fuel to prevent detonation (knock). Stock gasoline engines typically run 9:1 to 12:1. Diesel engines use 14:1 to 25:1 because diesel fuel ignites through compression alone.

        Rumus & Persamaan Yang Digunakan

        Compression Ratio Calculator ini menggunakan 5 persamaan inti:

        1 Compression Ratio
        CR = (Swept Volume + Clearance Volume) / Clearance Volume

        A cylinder with 500cc swept volume and 55cc clearance: CR = (500 + 55) / 55 = 10.09:1.

        2 Swept Volume (Single Cylinder)
        Swept Volume = π/4 × Bore² × Stroke

        Bore = 86mm, Stroke = 86mm: V = 0.7854 × 86² × 86 = 499.6 cc.

        3 Clearance Volume from CR
        Clearance Volume = Swept Volume / (CR - 1)

        To achieve 9.5:1 with 500cc displacement: CV = 500 / (9.5 - 1) = 58.82 cc.

        Cara Menggunakan Kalkulator Ini

        Untuk menggunakan Kalkulator Rasio ini, ikuti 3 langkah berikut:

        1

        Masukkan Nilai

        Ketik nilai rasio yang diketahui ke dalam bidang input. Biarkan satu bidang kosong — itu adalah nilai tidak diketahui yang diselesaikan oleh Kalkulator Rasio.

        2

        Pilih Mode

        Pilih mode rasio — Pecahkan, Sederhanakan, atau Skala. Setiap mode menerapkan persamaan yang berbeda ke nilai input Anda.

        3

        Dapatkan Hasil

        Klik Hitung. Layar hasil menampilkan jawaban dengan batang rasio visual, diagram lingkaran, dan rincian solusi langkah-demi-langkah.

        Contoh Masalah & Solusi Langkah-demi-Langkah

        Berikut adalah 3 contoh masalah dengan solusi langkah-demi-langkah menggunakan Kalkulator Rasio ini:

        Input 1 Engine with 600cc displacement and 60cc chamber
        1 Total Volume = 600 + 60 = 660cc
        2 CR = 660 / 60 = 11.0:1
        3 Requires 91+ octane fuel
        Compression ratio: 11.0:1
        Input 2 Calculate displacement for 88mm bore, 82mm stroke
        1 V = π/4 × 88² × 82
        2 V = 0.7854 × 7744 × 82
        3 V = 498.8 cc per cylinder
        498.8 cc displacement per cylinder
        Input 3 Find clearance volume for 12:1 CR, 450cc displacement
        1 CV = Swept Volume / (CR - 1)
        2 CV = 450 / (12 - 1)
        3 CV = 450 / 11 = 40.9 cc
        Need 40.9 cc clearance volume

        Pertanyaan yang Sering Diajukan

        What compression ratio is best for pump gas (87 octane)?

        For 87 octane regular gas, stay at or below 9.5:1 static compression ratio. Modern engines with direct injection and variable valve timing can safely run 10:1 to 11:1 on regular fuel.

        How does compression ratio affect horsepower?

        Each 1-point increase in compression ratio typically yields 3-4% more power, up to a limit. Going from 9:1 to 10:1 might add 10-15 HP on a 300 HP engine. Beyond about 13:1, gains diminish and knock risk increases.

        What is the compression ratio of a diesel engine?

        Diesel engines run 14:1 to 25:1 compression ratios. The high compression heats air enough to ignite diesel fuel without spark plugs. Modern common-rail diesels typically use 16:1 to 18:1.

        How do I measure clearance volume?

        Fill the combustion chamber with fluid (isopropyl alcohol or light oil) through a burette with the valves closed and piston at TDC. The volume of fluid needed equals the clearance volume. Typical values range from 40-70cc.

        Does milling the head increase compression ratio?

        Yes. Milling (shaving) the cylinder head reduces clearance volume, increasing compression ratio. Removing 0.020 inches from the head surface typically raises CR by 0.3-0.5 points depending on chamber size.

        Pelajari Tentang Rasio

        Apa itu rasio?

        Rasio adalah perbandingan antara dua atau lebih jumlah yang menunjukkan ukuran relatif dari satu terhadap yang lain. Ditulis sebagai A : B, artinya 'untuk setiap A unit dari kuantitas pertama, ada B unit dari yang kedua.' Sebagai contoh, rasio 3 : 4 berarti untuk setiap 3 bagian dari A, ada 4 bagian dari B. Rasio digunakan dalam memasak, konstruksi, keuangan, sains, dan kehidupan sehari-hari.

        Bagaimana cara menyelesaikan proporsi?

        Proporsi adalah persamaan yang menyatakan bahwa dua rasio adalah sama: A : B = C : D. Untuk memecahkan nilai yang hilang, gunakan perkalian silang. Jika D tidak diketahui: D = (B × C) / A. Ini berhasil karena dalam rasio yang sama, hasil kali silang selalu sama: A × D = B × C. Pemecah Proporsi kami melakukan ini secara otomatis — cukup masukkan 3 nilai apa saja dan itu akan menemukan nilai ke-4.

        Bagaimana cara menyederhanakan rasio?

        Untuk menyederhanakan rasio, temukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari kedua angka dan bagi masing-masing angka dengan FPB tersebut. Sebagai contoh, 24 : 36 — FPB dari 24 dan 36 adalah 12. Jadi 24 ÷ 12 = 2 dan 36 ÷ 12 = 3, memberikan rasio yang disederhanakan 2 : 3. Penyederhana kami secara otomatis menemukan FPB dan memperkecil rasio Anda ke bentuk paling sederhana.

        Apa itu penskalaan rasio dan kapan itu berguna?

        Menskalakan rasio berarti mengalikan kedua bagian dengan faktor yang sama untuk membuat rasio yang setara, lebih besar (atau lebih kecil). Misalnya, menskalakan 2 : 5 dengan faktor 3 menghasilkan 6 : 15. Ini sangat berguna untuk resep (meningkatkan resep menjadi tiga kali lipat), konstruksi (menskalakan cetak biru), mencampur larutan, atau skenario apa pun di mana Anda perlu mempertahankan proporsi yang sama pada besaran yang berbeda.

        Apa perbedaan antara rasio dan pecahan?

        Rasio A : B membandingkan dua jumlah satu sama lain (bagian-ke-bagian), sementara pecahan A/B biasanya mewakili hubungan bagian-ke-keseluruhan. Namun, rasio apa pun dapat dinyatakan sebagai pecahan: 3 : 4 setara dengan 3/4 = 0,75. Perbedaan utamanya adalah konteks — rasio membandingkan kuantitas secara berdampingan, sementara pecahan mewakili porsi dari total.