Gratis & Instan — Tidak Perlu Pendaftaran

Current Ratio Calculator

The Current Ratio Calculator evaluates a company's short-term liquidity by comparing current assets to current liabilities. A ratio above 1.0 indicates the business can cover its short-term obligations — essential for credit analysis and financial health assessment.

Current Ratio Calculator — Pratinjau Rasio Langsung
Current Ratio
A
B
⚖️
Proportion Solver
A : B = C : D — Enter any 3 values
:
=
:
📊
Results
Visual ratio breakdown
Solved Proportion
Simplified
Percentages
Decimal
Fraction
Visual Ratio
A
B
Part A: —
Part B: —
    Ratio Simplifier
    Reduce any ratio to its simplest form
    :
    📊
    Simplified Result
    Reduced to lowest terms
    Simplified Ratio
    GCD Used
    Percentages
    Decimal Ratio
    Fraction
    Visual Ratio
    A
    B
    Part A: —
    Part B: —
      📐
      Ratio Scaler
      Multiply a ratio by a scale factor
      :
      ×
      📊
      Scaled Result
      Ratio after scaling
      Scaled Ratio
      Original
      Factor
      Percentages
      Simplified
      Visual Ratio
      A
      B

        🕐 Recent Calculations

        📭
        No calculations yet. Start computing above!

        What is the Current Ratio?

        The current ratio measures a company's ability to pay short-term obligations (due within one year) using short-term assets. Calculated as Current Assets / Current Liabilities, a ratio of 2.0 means the company has $2 of assets for every $1 of liabilities.

        A healthy current ratio typically falls between 1.5 and 3.0. Below 1.0 signals potential liquidity problems. Above 3.0 may suggest inefficient use of assets. Industry benchmarks vary — utilities often operate at lower ratios than retail businesses.

        Rumus & Persamaan Yang Digunakan

        Current Ratio Calculator ini menggunakan 5 persamaan inti:

        1 Current Ratio
        Current Ratio = Current Assets / Current Liabilities

        Current assets of $500,000 and liabilities of $250,000: Current Ratio = 2.0.

        2 Working Capital
        Working Capital = Current Assets - Current Liabilities

        The dollar amount of short-term resources available. $500K assets - $250K liabilities = $250K working capital.

        3 Quick Ratio (Acid Test)
        Quick Ratio = (Current Assets - Inventory) / Current Liabilities

        Excludes inventory for a stricter liquidity measure. More conservative than the current ratio.

        Cara Menggunakan Kalkulator Ini

        Untuk menggunakan Kalkulator Rasio ini, ikuti 3 langkah berikut:

        1

        Masukkan Nilai

        Ketik nilai rasio yang diketahui ke dalam bidang input. Biarkan satu bidang kosong — itu adalah nilai tidak diketahui yang diselesaikan oleh Kalkulator Rasio.

        2

        Pilih Mode

        Pilih mode rasio — Pecahkan, Sederhanakan, atau Skala. Setiap mode menerapkan persamaan yang berbeda ke nilai input Anda.

        3

        Dapatkan Hasil

        Klik Hitung. Layar hasil menampilkan jawaban dengan batang rasio visual, diagram lingkaran, dan rincian solusi langkah-demi-langkah.

        Contoh Masalah & Solusi Langkah-demi-Langkah

        Berikut adalah 3 contoh masalah dengan solusi langkah-demi-langkah menggunakan Kalkulator Rasio ini:

        Input 1 Company with $800K assets and $400K liabilities
        1 Current Ratio = $800,000 / $400,000 = 2.0
        2 Working Capital = $800,000 - $400,000 = $400,000
        3 Interpretation: healthy liquidity, can cover obligations twice
        Current Ratio: 2.0 — healthy liquidity
        Input 2 Startup with $120K assets and $200K liabilities
        1 Current Ratio = $120,000 / $200,000 = 0.60
        2 Working Capital = $120,000 - $200,000 = -$80,000
        3 Ratio below 1.0 indicates potential cash flow issues
        Current Ratio: 0.60 — liquidity risk
        Input 3 How much assets needed for 1.5 ratio with $300K liabilities?
        1 Target: Current Ratio = 1.5
        2 Required Assets = 1.5 × $300,000
        3 Required Assets = $450,000
        Need $450,000 in current assets

        Pertanyaan yang Sering Diajukan

        What is a good current ratio?

        Generally 1.5 to 3.0 is considered healthy. Below 1.0 means the company may struggle to pay short-term debts. Above 3.0 might indicate excess idle assets that could be invested more productively.

        What's included in current assets?

        Cash, accounts receivable, inventory, marketable securities, and prepaid expenses — any asset expected to be converted to cash within one year.

        How does current ratio differ from quick ratio?

        The quick ratio excludes inventory from current assets because inventory may not be quickly convertible to cash. Quick Ratio = (Current Assets - Inventory) / Current Liabilities. It's a stricter measure of liquidity.

        Can the current ratio be too high?

        Yes. A very high current ratio (above 3.0) may indicate the company isn't using its assets efficiently — too much cash sitting idle instead of being invested in growth opportunities.

        How often should current ratio be monitored?

        Quarterly, aligned with financial reporting periods. Track trends over time rather than single snapshots. A declining trend from 2.5 to 1.2 over several quarters signals deteriorating liquidity.

        Pelajari Tentang Rasio

        Apa itu rasio?

        Rasio adalah perbandingan antara dua atau lebih jumlah yang menunjukkan ukuran relatif dari satu terhadap yang lain. Ditulis sebagai A : B, artinya 'untuk setiap A unit dari kuantitas pertama, ada B unit dari yang kedua.' Sebagai contoh, rasio 3 : 4 berarti untuk setiap 3 bagian dari A, ada 4 bagian dari B. Rasio digunakan dalam memasak, konstruksi, keuangan, sains, dan kehidupan sehari-hari.

        Bagaimana cara menyelesaikan proporsi?

        Proporsi adalah persamaan yang menyatakan bahwa dua rasio adalah sama: A : B = C : D. Untuk memecahkan nilai yang hilang, gunakan perkalian silang. Jika D tidak diketahui: D = (B × C) / A. Ini berhasil karena dalam rasio yang sama, hasil kali silang selalu sama: A × D = B × C. Pemecah Proporsi kami melakukan ini secara otomatis — cukup masukkan 3 nilai apa saja dan itu akan menemukan nilai ke-4.

        Bagaimana cara menyederhanakan rasio?

        Untuk menyederhanakan rasio, temukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari kedua angka dan bagi masing-masing angka dengan FPB tersebut. Sebagai contoh, 24 : 36 — FPB dari 24 dan 36 adalah 12. Jadi 24 ÷ 12 = 2 dan 36 ÷ 12 = 3, memberikan rasio yang disederhanakan 2 : 3. Penyederhana kami secara otomatis menemukan FPB dan memperkecil rasio Anda ke bentuk paling sederhana.

        Apa itu penskalaan rasio dan kapan itu berguna?

        Menskalakan rasio berarti mengalikan kedua bagian dengan faktor yang sama untuk membuat rasio yang setara, lebih besar (atau lebih kecil). Misalnya, menskalakan 2 : 5 dengan faktor 3 menghasilkan 6 : 15. Ini sangat berguna untuk resep (meningkatkan resep menjadi tiga kali lipat), konstruksi (menskalakan cetak biru), mencampur larutan, atau skenario apa pun di mana Anda perlu mempertahankan proporsi yang sama pada besaran yang berbeda.

        Apa perbedaan antara rasio dan pecahan?

        Rasio A : B membandingkan dua jumlah satu sama lain (bagian-ke-bagian), sementara pecahan A/B biasanya mewakili hubungan bagian-ke-keseluruhan. Namun, rasio apa pun dapat dinyatakan sebagai pecahan: 3 : 4 setara dengan 3/4 = 0,75. Perbedaan utamanya adalah konteks — rasio membandingkan kuantitas secara berdampingan, sementara pecahan mewakili porsi dari total.